Puisi 5


Yang Menunggu

Barangkali
kita pernah menjadi
sesuatu
yang tidak mempunyai nama.

Kemudian
kita belajar
menjadi debu.

Lama.

Sehingga angin
tidak lagi mengenali
asal usulnya.

Zarah demi zarah
saling menemukan jalan.

Ada yang memilih akar.

Ada yang singgah
pada sehelai daun.

Ada yang hanyut
bersama denyut
yang tidak pernah mereka fahami.

Tiada yang benar-benar kekal.

Hanya bentuk
yang saling bertukar
seolah-olah sedang mengingati
sesuatu
yang pernah mereka miliki.

Apabila tiba waktunya,

yang berat
kembali diam.

Yang ringan
meneruskan perjalanan.

Dan debu,

tetap setia
menunggu.

Norsanina.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Barriers - Palm Oil

29/06/2026 Then explain that Abdul-Hamid et al. (2020) identified several major barriers in the Malaysian palm oil industry, including: tech...